Ketika Perempuan Berkarya


Era ketika perempuan terkungkung dan mendapat perlakuan tak adil sesungguhnya telah berakhir ketika Islam datang. Islam menghadirkan cara pandang baru terhadap perempuan. Sebagaimana laki-laki, perempuan adalah manusia, hamba Allah yang sama-sama diciptakan untuk beribadah. Islam tidak memandang kemuliaan seorang manusia dari jenis kelamin, tapi dari ketundukannya pada risalah Sang Pencipta.

Perempuan pun punya kesempatan luas untuk berkarya dan mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan umat. Sebagaimana halnya laki-laki. Hanya saja, Islam memiliki aturan khusus ketika perempuan berkiprah keluar rumah, sehingga kemuliaan dan kehormatannya tetap terjaga.
  
Kamis, 19 April lalu, saya berkesempatan hadir dalam acara Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat –Khusus Perempuan- yang diselenggarakan oleh Alfamart bekerjasama dengan The Jannah Institute dan didukung pula oleh komunitas Bidadari Jember. Sekitar tiga puluh perempuan yang berkiprah di berbagai bidang duduk nyaman di Rumpi-Rumpi Home n Bistro, menikmati suguhan sesi per sesi pelatihan. Diantara mereka ada yang saya ketahui sebagai penulis, jurnalis, ada juga yang concern di bidang pertanian dan mayoritas adalah pebisnis kuliner.


Peserta menyimak pemaparan materi.
Dok. panitia


Pak Yosia, Branch Manager Alfamart menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program CSR Alfamart untuk masyarakat. Alfamart berharap dapat terus dekat di hati masyarakat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sesi pertama pelatihan adalah sharing dengan Mbak Dewi Uji, owner Mayar Shopping, yang sukses dengan bisnis recycle craft-nya. Bukan sekedar teori, Mbak Dewi mengajak peserta untuk membuat kerajinan tangan handicraft souvenir yang salah satu bahannya adalah serbuk kayu. Hasilnya? Undangan yang cantik, blocknote keren dan lainnya. Hmm... seru sekali. Membuat handicraft semacam ini tak melulu harus bermotif ekonomi. Bagi seorang ibu, ini adalah inspirasi untuk memperindah rumah atau melatih motorik halus anak sambil lebih mendekatkan diri dengan mereka dengan membuat karya bersama. Ini juga bisa melatih kepekaan estetika, mengolah jiwa untuk bisa mencipta keindahan, keserasian. Bukankah Allah indah dan mencintai keindahan?


Peserta Membuat Handicraft
Dok. panitia

Sesi kedua, Kak Prita membocorkan rahasia menulis caption yang menarik untuk medsos. Ya, seiring kecanggihan teknologi yang ada, instagram kini menjadi primadona. Instagram kini bahkan menjadi salah satu sarana memperkuat branding sebuah perusahaan atau produk. Kak Prita mencoba mengubah mindset pedagang, dari sekedar berjualan yang penting laku. Menjadi seorang pebisnis. Apa bedanya?

Pedagang tidak memiliki konsep. Tidak memperhatikan brand. Yang paling penting dalam hidupnya adalah yang penting dagangannya laris. Sedangkan pebisnis, memiliki konsep sebagai content creator, sangat memperhatikan brand, membangun interaksi dengan target pasar.

Salah satu akun instagram yang dibedah adalah @hijabalila. Tidak sekedar jualan hijab, @hijabAlila membangun sebuah brand sebagai merek hijab kekinian yang juga mengedukasi pasar dengan tsaqofah-tsaqofah Islam. Akun instagramnya kini diikuti oleh lebih dari empat ratus ribu orang.

Nah, untuk menulis caption yang menarik, ada lima langkah yang harus kita lakukan. Pertama, pikirkan konsep. Kedua, soft selling. Ketiga, caption dan gambar harus memiliki keterkaitan. Keempat, pakai bahasa sehari-hari. Kelima, interaktif. Bagaimana detilnya? Ikut kelas Kak Prita saja ya... :D


Kak Prita Membocorkan Rahasia Menulis Caption Menarik
dok. panitia


Last Session, Bu Vina dari Alfamart menyampaikan materi tentang bagaimana membangun kerjasama usaha dengan Alfamart. Alfamart membuka peluang bagi pelaku bisnis untuk menitipkan produknya. Beberapa kriteria produk yang harus dimilki adalah : kesesuaiannya dengan segmen Alfamart, ketersediaan tempat di toko, potensi permintaan pasar, tren penjualan barang, dukungan atas ketersediaan barang. Bu Vina menjabarkan bagaimana bagaimana pendaftaran supplier baru dan mekanisme pengajuan produk baru.

Pada dasarnya, bisnis atau jual beli telah dihalalkan oleh Allah. Dan siapapun yang memiliki usaha tentu ingin mengembangkan usahanya. Namun itu semua memerlukan tahapan dan perencanaan kerja yang matang. Jangan sampai, karena ambisi membesarkan bisnis, lalu kita terjebak riba. Na’udzubillah.

Saya sebagai owner Keripik-Koe tentu ingin produk saya lebih dikenal dan tentunya pemasukan saya bertambah. Tetapi saat ini bisnis saya masih di tangga ke-2 dari lima tahapan bisnis. Jadi, kalau memaksakan diri menawarkan Keripik-Koe ke Alfamart saya jelas bisa babak belur. He... tapi bagi yang telah memenuhi kriteria dan modal tersedia, tentu tak ada salahnya bekerjasama.

Acara semakin seru karena banyak sekali peserta mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Bu Vina dan Pak Yosia dengan telaten berusaha menjawab satu per satu pertanyaan.

Ketika seluruh materi pelatihan usai dipresentasikan, doorprize pun dibagikan. Tak hanya itu, peserta berfoto bersama sehingga keakraban semakin tumbuh. Setelah ditutup dengan do’a, peserta pun menikmati nasi liwetan ala Rumpi-Rumpi. Hmm.. yummi... trancam dan urap-urapnya sungguh menggugah selera.


Peserta Menikmati Hidangan
dok. panitia

Jadi, para perempuan mari kita berkarya. Amalkan ilmu, tebar kemanfaatan untuk umat. Sebagaimana dahulu, para Shahabiyah telah memberikan karya terbaik mereka. []












14 komentar:

  1. Wah, singkat, padat, jelas, dan bisa menjelaskan peran perempuam mb,loveee

    BalasHapus
  2. Wah, singkat, padat, jelas, dan bisa menjelaskan peran perempuam mb,loveee

    BalasHapus
  3. Thanks Mba.. semoga menginspirasi :)

    BalasHapus
  4. Hhmmmm enak bacanya, dan menunjukkan bahwa perempuan berdaya tak hanya untuk motif ekonomi, tetapi juga bs lebih dr itu yaitu utk memberi manfaat utk klrg dan ummat.....๐Ÿ˜

    BalasHapus
  5. Tulisannya renyah... serenyah kripik-koe ;)

    BalasHapus
  6. Nyam nyam...sambil baca sambil membayangkan maem kripikku...sama renyahnya๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  7. Haha... hayuk sudah ada Keripik-Koe kah di toples rumah? Jika blm, segera order ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
  8. Hmm panas2 gini baca tulisan mba faiq jadi adeeemm, apalagi ditambah ngemil Kripik-Koe, wah tambah syedaapp ๐Ÿ˜

    BalasHapus
  9. Beda Kelas ya tulisanya pimred IMJ? Hehe๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    MasyaAlloh mbak.. benang merahnya itu nyantol semua
    #nyerah mau komen apa
    Amaze dah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebiasaan nulis opini based on data dan analisis mba.. jadinya short n sharp gini. Pingiiiiin bisa nulis gaya features cantik kayak punya mb Karin.. bacanya seru abiz

      Hapus
  10. Aku fokus nyimak komentar diantara Mbak Karin dan Mbak Faiq sambil bolak balik baca isi blog kalian sambil mikir sambil bergumam "iya ya iya hmm iya ya iya" hehe.

    BalasHapus