Siapa sangka, sebuah desa di kecamatan Kalisat mendadak ramai dikunjungi wisatawan. Dulu, mungkin tak ada orang meliriknya. Namun semenjak pemerintah Kabupaten Jember membuka Kotok Forest Park, desa Kotok mulai wara-wiri di media. Jember makin rame.

Awal saya tahu adanya tempat wisata ini melalui status whatsapp teman. Sepertinya menyenangkan sekali. Apalagi waktu diceritakan kalo harga tiketnya murah banget. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari kota. Hanya sekitar 15km dan membutuhkan waktu 20 menit dengan sepeda motor.

Nah, pas kebetulan ada kopdar Info Muslimah Jember kecamatan Kalisat, dan saya mengisi sharing parenting di sana, pulangnya, mampirlah ke Kotok Forest Park bersama suami dan Husna.

Akses masuknya adalah sebuah gang kecil yang membuat kami ragu, benarkan ini menuju lokasi wisata? Tapi hanya beberapa meter dari mulut gang, sudah tampak pintu masuk. Semakin mantep bahwa itu adalah wisata hutan pinus yang lagi ngehits ketika kami melihat payung berwarna-warni berjejeran di udara.


Disambut payung warna-warni di Kotok Forest Park. Dok Pribadi


Tiket masuknya memang cukup murah, Rp 3000/orang dan Rp 2000 untuk biaya parkir kendaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan roda empat, Rp 5000. 

Bagi kami, wisata punya makna tersendiri. Dalam Alquran Allah memerintahkan kita untuk berjalan di muka bumi dan memperhatikan berbagai kisah umat manusia. Banyak juga ayat-ayat yang memerintahkan untuk memperhatikan dan merenungi alam. Sejalan dengan konten sharing parenting pagi sebelumnya, jalan-jalan ke hutan pinus ini menjadi salah satu sarana mengenal lebih dekat ciptaan Allah. Karena di rumah sudah sering diceritakan ciptaan-ciptaan Allah, Husna selalu senang ketika diajak jalan-jalan ke alam.

Dia berlari-lari kecil sambil berusha menghindari kerikil atau batuan. Namanya juga hutan, kita akan sangat sering menginjak akar.

Ide pengembangan hutan pinus ini cukup kreatif. Banyak wahana yang bisa dipilih peserta. ada wahana untuk berswafoto bersama keluarga. Wahana tani, wahana olahraga, motor trail, dan lainnya.


Husna di spot rangkaian bunga berbentuk hati. Dok Pribadi



Ada tarif tambahan pada tiap wahana tersebut. Harganya berkisar antara 2000 – 3000 rupiah. Semakin banyak wahana yang dimasuki, tentu semakin banyak harga tiket yang harus dibayar. Tapi ada juga tempat semacam rest area yang bisa dimasuki tanpa tiket tambahan.

Penataannya cukup unik. Kursi kayu panjang dengan meja yang menempel pada pohon pinus. Di lokasi ini terdapat kantin. Kantin Kotok Forest Park menyediakan berbagai minuman dan mie instan. Tidak menyediakan makanan berat. Jadi bagi keluarga yang ingin berkunjung, ada baiknya membawa bekal makanan dari rumah. Bisa santap siang bersama sambil menikmati suasana hutan pinus. Dan jangan lupa, sampah dibuang pada tempatnya. Di depan kantin, ada tempat sampah khusus organik dan non organik. Kita harus senantiasa menjaga alam yang telah dianugrahkan Allah ini ya.


Abaikan Husna yang kucel dan belepotan ya ๐Ÿ˜‚. Ini ceritanya lagi ngerayu untuk mau makan siang di Kotok Forest Park. Dok Pribadi

Selain kantin, juga terdapat Musholla. Pengunjung tak perlu khawatir ketinggalan waktu sholat. Sayangnya, kondisi Kotok Forest Park saat saya berkunjung ke sana kurang terawat. Entah apa sebabnya, tapi semoga ke depannya ada perbaikan pengelolaan destinasi wisata jember alternatif ini. Mengingat lokasinya yang terjangkau dan sangat pas untuk wisata bersama keluarga.


Sangat pas untuk bersantai bersama keluarga


Anyway, tetap recomended untuk berkunjung ke sana. Yang sudah menjadwal, tak perlu membatalkan. Langsung cuss saja ๐Ÿ˜Š



Ada banyak cara untuk meningkatkan kedekatan dalam keluarga, diantaranya adalah berwisata. Tak perlu jauh-jauh dan merogoh kocek dalam, ada banyak destinasi wisata Jember yang sangat menarik saat ini. Pekan lalu pertama kalinya saya dan suami mengunjungi Taman Botani Sukorambi Jember bersama si kecil Husna. Selain berniat refreshing, sejalan juga ya dengan pendidikan usia dini dia. Mengenalkan keagungan dan kehebatan Allah. Mendidik anak harus kreatif dan menyenangkan bukan? Dan pilihan kami sungguh tepat!


Taman Botani Sukorambi. Dok Pribadi


Selain beragam tanaman, di sini juga terdapat aneka jenis hewan. Adapula kebun edukasi, teknik pembenihan dan pembibitan. Taman Botani Sukorambi menyuguhkan konsep berwisata sambil belajar.

Ini beberapa spot yang recommended untuk dieksplorasi bersama si kecil.


Pertama, Bunny n Friend Village

Wah, Husna seneng banget bisa lihat kelinci di sini. Ada beberapa gubuk kelinci di area taman yang dikelilingi pohon jambu.

Seekor Kelinci sedang bermain di area Bunny n Friend Village. Dok Pribadi


Di Bunny n Friend village ini kita bisa banyak belajar banyak hal tentang kelinci. Mulai dari jenis-jenis kelinci, perawatan hingga budidaya. Saya termasuk yang baru tahu lho bahwa kelinci itu ada banyak sekali jenisnya. Poster tentang jenis, asal dan ciri-ciri fisik kelinci pun dipajang disini sebagai sarana edukasi.

Poster Jenis-jenis Kelinci. Dok Pribadi


Jadi bukan hanya manusia yang Allah ciptakan bersuku-suku, berbeda bahasa dan warna kulit, kelinci juga ๐Ÿ˜Š

Tidak hanya di tempatkan di gubuk atau kandang, kelinci ini juga dilatih beratraksi. Rabbit Show.

Area Rabbit Show. Dok Pribadi


Selain kelinci, di sini juga terdapat landak. Hewan yang begitu unik. MasyaAllah.. hebatnya Allah yang menciptakan ini semua.

Kedua, Kolam Ikan Hias

Anak kecil pasti akan selalu tertarik pada warna. Apalagi jika warna-warna itu menghias benda yang bergerak indah, seperti ikan.

Seru sekali menjelaskan keindahan warna-warna ikan hias ini pada Husna. Saya sendiri takjub, indah banget Allah melukisnya ya. Husna pun nampak sangat menikmati dan sesekali berusaha mencelupkan ujung jarinya ke kolam, berusaha menyentuh ikan. Sayangnya jarinya terlampau kecil, jadi nggak nyampe ke permukaan air kolam ๐Ÿ˜„

Husna dan Ayah bermain bersama Ikan. Dok Pribadi


Keindahan warna-warna inilah yang menginspirasi lahirnya karya-karya seni. Bisa dibayangkan, bagaimana jika Allah tak menciptakan warna? Dunia pasti buram ya.

Selain kolam ikan hias, di sini juga terdapat kolam budidaya ikam koi dan lobster.

Ketiga, Aneka Tumbuhan

Kalau Bogor punya Kebun Raya Bogor, kita punya Taman Botani Sukorambi sebagai salah satu Destinasi Wisata Jember yang berkonsep taman edukasi. Banyak sekali pohon yang menjulang tinggi dan bunga-bunga yang indah. Kita bisa memilih beberapa untuk dieksplorasi. Keindahannya, manfaatnya untuk manusia. Sangat tepat untuk menumbuhkan rasa syukur anak pada Allah.

Bisa juga ketika melewati pohon yang menjulang tinggi atau akar pohon yang begitu besar di campign ground, Bunda membacakan Alquran surat Ibrahim ayat 24-25 tentang perumpaan kalimat syahadat sebagai pohon yang akarnya kokoh dan batangnya menjulang.



Pohon ini akarnya jauh di bawah jembatan dan kokoh. Dok pribadi


Terlebih di camping ground Bere’ Songai, terdapat dua rumah pohon dan pondok baca yang dinding serta lantainya terbuat dari kayu. Sambil beristirahat dan membaca buku di lantai 2, kita bisa menjelaskan bahwa lantai, anak tangga dan dindingnya terbuat dari kayu. Kayu berasal dari pohon. Pohon diciptakan oleh Allah. Subhanallah…

Rumah Pohon ini Tinggi Banget Loh. Dok Pribadi

Husna selfie dulu ya. Dok Pribadi

Camping Ground Bere' Songai tampak dari rumah pohon. Dok Pribadi


Keempat, Spot Payung di Udara

Ini adalah salah satu spot favorit di Taman Botani Sukorambi. Payung berwarna-warni di udara, dengan latar langit yang luas dan awan bergumul indah. Menumbuhkan kesyukuran akan karunia Allah.



Saya dan Husan di Spot Payung. Husna kepanasan ya ๐Ÿ˜‚. Dok Pribadi


Spot ini sesungguhnya adalah jalan utama bagi kendaraan pribadi ataupun milik Taman Botani Sukorambi yang membawa pengunjung dari pintu masuk ke area utama.

Golf Car yang siap mengantar pengunjung berkelilig Taman Botani Sukorambi. Dok Pribadi


Oya, kemiringan jalan cukup tajam, sehingga setiap pengendara maupun pejalan kaki harus berhati-hati.


Pengemudi harus berhati-hati. Dok Pribadi


Ketika jalanan menurun, kita bisa ajarkan anak kita bertasbih. Ketika jalanan menanjak atau kita naik menuju pintu masuk, kita bisa ajarkan anak kita bertakbir. Sebagaimana dalam hadist ya.

Kelima, Kolam Renang

Ini yang paling seru bagi Husna. Karena dia bisa nyebur kolam renang.

Sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Jember, Tamaan Botani Sukorambi termasuk yang paling banyak menyediakan kolam renang.

Satu kolam renang dewasa, satu kolam renang remaja, satu kolam renang anak, dua kolam renang pelangi.

Kolam renang pelangi ini ramah banget untuk balita seperti Hunsa. Dengan kedalaman 30cm, Husna bisa nyebur dan main air tanpa khawatir tenggelam ๐Ÿ˜


Ketinggian air nggak sampe sepinggang Husna. Dok Pribadi


Jika Bunda ingin berenang, jangan khawatir. Taman Botani Sukorambi juga menyediakan kolam renang khusus Muslimah. Asyiiik, bebas ikhtilath ya.
Tips bagi keluarga yang ingin berkunjung dan memanfaatkan kolan renang ini, sebaiknya berkunjung di hari-hari aktif. Supaya bisa lebih leluasa.

Pintu Masuk Muslimah Private Area. Dok Pribadi


Konon, air yang digunakan dalam kolam renang dewasa bersumber dari mata air alami dari dasar kolam.

Subahanllah, karya Allah sungguh luar biasa ya. Tak ada satupun yang hingga hari ini mampu menciptakan air.

Keenam, Spot Kebun Edukasi Hidroponik

Pintu Masuk Kebun Edukasi Hidroponik. Dok Pribadi

Kebun edukasi hidroponik atau KEH terletak sebelah kiri dekat loket masuk Taman Botani Sukorambi. 

Dengan mengunjungi KEH, kita akan tahu bagaimana proses panjang semangkuk sayur tersaji di meja makan. Kita juga bisa makin meresapi bahwa, ketika Allah mengutus kita ke bumi, telah Allah siapkan pula segala apa yang kita butuhkan untuk hidup di dalamnya. Termasuk sayur – mayur. MasyaAllah… maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Aneka Sayur di KEH. Dok Pribadi


Ketujuh, Naik Sepeda Air

Manusia bersepeda di atas tanah itu hal biasa. Tapi manusia bersepeda di atas air? Membutuhkan alat yang berbeda dengan sepeda biasa. Bukan cuma bersepeda, pengunjung juga bisa menikmati sensasi waterball. Satu-satunya di Jember. Jember makin rame. Destinasi wisata Jember yang satu ini makin dicintai.

Masyaallah, keren sekali ya manusia bisa bikin hal-hal seru begini. Apatah lagi Allah, yang menciptakannya? Tentu lebih keren lagi.

Sumber : antaranews


Mencoba dua wahana ini selain menguji keberanian, kerjasama, juga bisa meningkatkan bonding antar anggota keluarga. Sayang sekali, waktu kami terbatas sehingga tidak sempat mencoba wahana ini.

Jadi, jika Anda mau berkunjung ke Taman Botani Sukorambi, alokasikan waktu yang cukup untuk menikmati semua spot dan permainan seru ini tentunya ya.

Kedepalan, Mengamati Kuda dan Aneka Satwa

Ada banyak sekali satwa yang disebut Allah dalam Alquran, diantaranya kuda. Kuda dahulu menjadi alat transportasi, kendaraan perang dan digunakan pula oleh umat Islam untuk menyebarkan dakwah. Bunda bisa ceritakan, keunikan masing-masing satwa yang ada tentunya sambil mengingatkan anak bahwa satwa-satwa ini adalah ciptaan Allah.

Beberapa Satwa di Taman Botani Sukorambi. Dok Pribadi

Kesembilan, Outbond dan Area Permainan Anak

Salah satu keunggulan Taman Botani Sukorambi adalah fasilitas outbond. Ayah bunda bisa mencobanya. Utuk anak, sesuaikan dengan usia ya. Jika masih balita seperti Husna, sebaiknya cukup di arena permainan anak saja.

Sumber : jawapos


Ini bisa menjadi salah satu hiburan anak setelah diajak menikmati berbagai spot di Taman Botani Sukorambi sambil belajar tadi.

Kesepuluh, Terdapat Banyak Musholla

Salah satu hal yang saya kagumi di Taman Botani Sukorambi adalah tersedia banyak mushola. Setidaknya tersedia 3 mushola yang tersebar di lokasi berbeda. Setelah pintu masuk, di samping kolam utama dan di samping wahana air.

Mushola utama setelah pintu masuk. Dok Pribadi


Area taman botani yang begitu luas, tentu akan sangat menyulitkan pengunjung yang muslim jika hanya terdapat satu mushola. Bisa jadi, mereka akan melewatkan waktu sholat karena jarak tempuh yang begitu jauh.

Ketiga mushola ini pun terawat dengan baik. Satu di antaranya sedang dalam proses rehabilitasi dan dirancang untuk menampung 100 jama’ah.

Sedang dibangun. Dok Pribadi


Istimewanya lagi, terdapat tempat wudlu khusus muslimah. Yang terpisah dan tertutup dari area umum. Membuat muslimah makin nyaman beribadah di tengah berwisata.

Toilet khusus wanita bikin muslimah nyaman. Dok Pribadi


Itu tadi 10 hal yang yang bisa membuat liburan anak seru plus semakin kagum dengan Allah. Jika ayah Bunda tertarik mengunjungi Taman Botani Sukorambi, cukup mudah. 

Salah satu keunggulannya lagi adalah di berbagai area tersedia wastafel yang terbuat dari batu alam dan disediakan pula banyak tempat sampah. Benar-benar mengajak wisatawan menikmati dan menjaga alam dan kebersihan.

Taman yang terletak di Jalan Mujahir, kecamatan Sukorambi ini bisa ditempuh dengan sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota. Buka setiap hari pukul 07.00 – 16.00 kecuali hari Jumat. Harga tiketnya pun cukup terjangkau, terlebih untuk fasilitas lengkap dan aneka spot menarik dan edukatif yang disediakan. Senin-kamis setiap pengunjung dikenakan tiket 12.000 rupiah, sabtu-ahad dan hari libur 20.000 rupiah per orang. Tunggu apa lagi, segera Ayah Bunda jadwalkan berkunjung ke Taman Botani Sukorambi ya.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger






Era ketika perempuan terkungkung dan mendapat perlakuan tak adil sesungguhnya telah berakhir ketika Islam datang. Islam menghadirkan cara pandang baru terhadap perempuan. Sebagaimana laki-laki, perempuan adalah manusia, hamba Allah yang sama-sama diciptakan untuk beribadah. Islam tidak memandang kemuliaan seorang manusia dari jenis kelamin, tapi dari ketundukannya pada risalah Sang Pencipta.

Perempuan pun punya kesempatan luas untuk berkarya dan mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan umat. Sebagaimana halnya laki-laki. Hanya saja, Islam memiliki aturan khusus ketika perempuan berkiprah keluar rumah, sehingga kemuliaan dan kehormatannya tetap terjaga.
  
Kamis, 19 April lalu, saya berkesempatan hadir dalam acara Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat –Khusus Perempuan- yang diselenggarakan oleh Alfamart bekerjasama dengan The Jannah Institute dan didukung pula oleh komunitas Bidadari Jember. Sekitar tiga puluh perempuan yang berkiprah di berbagai bidang duduk nyaman di Rumpi-Rumpi Home n Bistro, menikmati suguhan sesi per sesi pelatihan. Diantara mereka ada yang saya ketahui sebagai penulis, jurnalis, ada juga yang concern di bidang pertanian dan mayoritas adalah pebisnis kuliner.


Peserta menyimak pemaparan materi.
Dok. panitia


Pak Yosia, Branch Manager Alfamart menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program CSR Alfamart untuk masyarakat. Alfamart berharap dapat terus dekat di hati masyarakat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sesi pertama pelatihan adalah sharing dengan Mbak Dewi Uji, owner Mayar Shopping, yang sukses dengan bisnis recycle craft-nya. Bukan sekedar teori, Mbak Dewi mengajak peserta untuk membuat kerajinan tangan handicraft souvenir yang salah satu bahannya adalah serbuk kayu. Hasilnya? Undangan yang cantik, blocknote keren dan lainnya. Hmm... seru sekali. Membuat handicraft semacam ini tak melulu harus bermotif ekonomi. Bagi seorang ibu, ini adalah inspirasi untuk memperindah rumah atau melatih motorik halus anak sambil lebih mendekatkan diri dengan mereka dengan membuat karya bersama. Ini juga bisa melatih kepekaan estetika, mengolah jiwa untuk bisa mencipta keindahan, keserasian. Bukankah Allah indah dan mencintai keindahan?


Peserta Membuat Handicraft
Dok. panitia

Sesi kedua, Kak Prita membocorkan rahasia menulis caption yang menarik untuk medsos. Ya, seiring kecanggihan teknologi yang ada, instagram kini menjadi primadona. Instagram kini bahkan menjadi salah satu sarana memperkuat branding sebuah perusahaan atau produk. Kak Prita mencoba mengubah mindset pedagang, dari sekedar berjualan yang penting laku. Menjadi seorang pebisnis. Apa bedanya?

Pedagang tidak memiliki konsep. Tidak memperhatikan brand. Yang paling penting dalam hidupnya adalah yang penting dagangannya laris. Sedangkan pebisnis, memiliki konsep sebagai content creator, sangat memperhatikan brand, membangun interaksi dengan target pasar.

Salah satu akun instagram yang dibedah adalah @hijabalila. Tidak sekedar jualan hijab, @hijabAlila membangun sebuah brand sebagai merek hijab kekinian yang juga mengedukasi pasar dengan tsaqofah-tsaqofah Islam. Akun instagramnya kini diikuti oleh lebih dari empat ratus ribu orang.

Nah, untuk menulis caption yang menarik, ada lima langkah yang harus kita lakukan. Pertama, pikirkan konsep. Kedua, soft selling. Ketiga, caption dan gambar harus memiliki keterkaitan. Keempat, pakai bahasa sehari-hari. Kelima, interaktif. Bagaimana detilnya? Ikut kelas Kak Prita saja ya... :D


Kak Prita Membocorkan Rahasia Menulis Caption Menarik
dok. panitia


Last Session, Bu Vina dari Alfamart menyampaikan materi tentang bagaimana membangun kerjasama usaha dengan Alfamart. Alfamart membuka peluang bagi pelaku bisnis untuk menitipkan produknya. Beberapa kriteria produk yang harus dimilki adalah : kesesuaiannya dengan segmen Alfamart, ketersediaan tempat di toko, potensi permintaan pasar, tren penjualan barang, dukungan atas ketersediaan barang. Bu Vina menjabarkan bagaimana bagaimana pendaftaran supplier baru dan mekanisme pengajuan produk baru.

Pada dasarnya, bisnis atau jual beli telah dihalalkan oleh Allah. Dan siapapun yang memiliki usaha tentu ingin mengembangkan usahanya. Namun itu semua memerlukan tahapan dan perencanaan kerja yang matang. Jangan sampai, karena ambisi membesarkan bisnis, lalu kita terjebak riba. Na’udzubillah.

Saya sebagai owner Keripik-Koe tentu ingin produk saya lebih dikenal dan tentunya pemasukan saya bertambah. Tetapi saat ini bisnis saya masih di tangga ke-2 dari lima tahapan bisnis. Jadi, kalau memaksakan diri menawarkan Keripik-Koe ke Alfamart saya jelas bisa babak belur. He... tapi bagi yang telah memenuhi kriteria dan modal tersedia, tentu tak ada salahnya bekerjasama.

Acara semakin seru karena banyak sekali peserta mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Bu Vina dan Pak Yosia dengan telaten berusaha menjawab satu per satu pertanyaan.

Ketika seluruh materi pelatihan usai dipresentasikan, doorprize pun dibagikan. Tak hanya itu, peserta berfoto bersama sehingga keakraban semakin tumbuh. Setelah ditutup dengan do’a, peserta pun menikmati nasi liwetan ala Rumpi-Rumpi. Hmm.. yummi... trancam dan urap-urapnya sungguh menggugah selera.


Peserta Menikmati Hidangan
dok. panitia

Jadi, para perempuan mari kita berkarya. Amalkan ilmu, tebar kemanfaatan untuk umat. Sebagaimana dahulu, para Shahabiyah telah memberikan karya terbaik mereka. []













Salah satu pendukung tulisan adalah foto. Kini, foto bukan sekedar untuk mengabadikan momen tertentu, tapi sama seperti tulisan yakni menyampaikan pesan. Ya, dunia telah berubah. HOS Cokroaminoto pernah berkata, “Jika kau ingin menjadi pemimpin maka menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator.” Ya, karena teknologi canggih kala itu adalah percetakan dan radio. Evolusi teknologi membuat hari ini kita bisa menyampaikan pesan lebih mendalam dengan foto.


Pameran Buku Pada Acara Kongres Mahasiswi Islam untuk Peradaban

Bagi kita yang ingin menyampaikan lebih banyak pesan kebaikan, tak ada salahnya belajar teknik fotografi. Sehingga jepretan kamera kita bisa menjadi foto yang bercerita. Sebenernya memotret bukan hal baru bagi saya. Sebagai jurnalis sebuah media dakwah, begitu banyak yang telah terekam. Cuman sayangnya, meskipun cinta dan ada kepuasan tersendiri setiap melihat hasil jepretan, karena keterbatasan segala hal, bidang ini kurang ditekuni. Walhasil, saya hanya sekedar jadi fotografer ‘panggilan’ :D




Beberapa kali mengikuti kelas online fotografi, namun baru kali ini ditakdirkan mengikuti kelas off-line. Dengan pendampingan dan suasana yang full kekeluargaan. Ya, bersama teman-teman Exclusive Blogging Class yang diadakan The Jannah Institute, jadilah tiga jam ngilmu fotografi. Berhubungan kelas blog ini tidak hanya menyajikan teori tapi juga praktek, duduklah kami di Lantai 2 Eatery n Space Kafe KPRI di Jalan Sumatra. Suasana yang nyaman, tidak terlalu ramai. Cuman, suara musiknya sedikit mengganggu konsentrasi :D

Karena pada saat yang sama harus menyimak penjelasan dari Kak Prita HW dan Kak Nana. Ahamdulillah-nya, entah di menit ke berapa tak terdengan lagi suara musik.


Suasana Pertemuan ke-5 Exclusive Blogging Class


Sambil menyimak materi, kami mencicipi beberapa menu. Saya memesan roti bakar coklat dan es teh manis. Karena kebetulan Husna saya ajak, jadi pesen menu yang ramah balita. Bonusnya lagi, Kak Nana owner SR_dessert berbagi Just Kidding ke semua peserta kelas blog. Just Kidding ini lebih dari sekedar susu. Ada sensasi jeli yang bikin makin seger dan rasa makin istimewa. Rasa taro adalah favorit saya dan Husna. Selain ajak Husna, saya ajak adik ipar, Wati untuk jagain Husna :D





Bersyukur ternyata salah satu peserta kelas blog juga bawa anak-anaknya. Jadilah Husna bermain bersama. Paling seru bermain bersama Kak Azzam yang super aktif dan lucu. 


Bermain Cilukba

Pelajaran pertama dari Kak Nana adalah ilmu fotografi secara umum. Bahwa memang ada banyak teori fotografi. Namun, seorang fotografer tak harus selalu berpatokan pada semua teori itu. Teori hanya membantu untuk mendapatkan hasil jepretan terbaik. Kami pun disuguhi beberapa jepretan Kak Nana yang ciamik.

Menurut saya, memotret itu sama dengan menulis. Harus lahir dari hati, untuk mempersembahkan yang terbaik, menyebarkan kebenaran, kebaikan atau keindahan. Jadi, jika motret jangan cuma bawa kamera, bawa hati juga ya... Dan sedikit-sedikit ngerti macam-macam sudut pengambilan gambar. Seperti yang sudah dijelaskan Kak Nana. Setidaknya ada  jenis sudut pengambilan gambar.

Pertama, bird eye. Pada posisi ini, objek yang akan kita bidik berada jauh di bawah/lebih rendah daripada kita. Umunya digunakan untuk membandingkan antara objek dengan keseluruhan lingkungan.

Kedua, high angle. Hampir sama dengan bird eye namun tidak se-ekstrim bird eye. Posisi fotografer lebih tinggi daripada objek foto. Mungkin ini contohnya :D ... jadi saya ambil foto ini dari lantai 2. Point of interesnya adalah desain yang begitu artistik pada tangga. Menurut saya ya :D





Foto roti bakar ini juga saya ambil dari posisi lebih tinggi. Nampak begitu nikmat bukan?




Foto adik Tangguh di bawah ini juga diambil dari posisi high angle.


Adek Tangguh, Sholih dan tangguh ya Nak!

Ketiga, eye level. Sudut pengembilan gambar yang dimana objek dan kamera sejajar / sama seperti mata memandang.


KPRI UNEJ di Kompleks Cafe Jl. Sumatra, foto diambil dari lantai 2

Suasana di Pintu Masuk Kongres Mahasiswi untuk Islam dan Peradaban


Keempat, low angle. Pemotretan dilakukan dari bawah. 

Husna dan Ammah Sari di Lapangan depan Perpustakaan UNEJ


Salah satu orator di Kongres Mahasiswi untuk Islam dan Peradaban

Kelima, frog eye. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan ke atas. Nah, pada foto ini saya meletakkan kamera tepat di atas meja sejajar dengan piring roti. Karena mau motret dari dasar lantai belum nemu objek yang pas :)


Roti Bakar Green Tea

Seperti yang disampaikan Kak Prita HW, dunia blog itu menyenagkan. Bukan hanya sekedar eksistensi. Tapi juga mengasah keratifitas dan pastinya bisa menjadi sarana menyebarkan konten positif. Berbentuk tulisan yang diperkaya dengan gambar atau hasil jepretan kita. Bagi saya, konten positif itu tak lain adalah Islam.

Dan benar juga bahwa dengan memiliki blog, kita akan menemukan banyak teman yang se-passion. Meski dunia blog belum seratus persen saya tekuni, tapi setidaknya saya mulai mendapat gambaran bahwa menulis tidak melulu hanya untuk dikirim media-media mainstream. But, we can make our own media. We can make our own headline!

Selamat nge-blog, selamat menulis kawan!

Selamat menyebarkan kebaikan!